Jenis Dan Sumber Kontaminan Air

Berikut Adalah Jenis – Jenis Dan Sumber Kontaminan Air Dan  Digolongkan Menjadi 3 Kelompok :

Secara garis besar ,kontaminan air dapat digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu kontaminan fisik,kimia dan biologis. Kontaminan fisik meliputi bau,warna,rasa,kekeruhan,suhu,padatan tersuspensi,koloid dan bahan terlarut,sedangkan kontaminan kimia meliputi bahan organik (BOD,COD,TOC,KMn04),senyawa nitrogen,logam (Fe,Mn,Mg,Cu,Cr,Pb,Hg,Cd) dan kesadahan. Kontaminan biologis mencakup berbagai jenis bakteri atau virus. Berikut diuraikan masing-masing jenis kontaminan air berdasarkan kelompok kontaminan tersebut mencakup pengertian,asal dan pengaruhnya terhadap kesehatan atau pengaruh lain dalam pengunaannya.

 

1.Kontaminan Fisik 

Air yang bersih adalah jernih,tidak berwarna dan tidak berbau. Kebanyakan air mengandung bahan terlarut,tersuspensi atau dalam bentuk koloid. Pengukuran secara kuantitatif karakteristik tersebut adalah penting untuk penentuan mutu air. Kontaminan fisik meliputi kekeruhan,warna,bau dan rasa,padatan serta suhu

 

Kekeruhan

Kekeruhan (turbidity)  merupakan karakteristik air yang terlihat pertama kali tentang kondisi air. Kekeruhan dapat dijadikan indikator mutu air. Air tampak keruh jika di dalam air tersebut terdapat partikel-partikel tersuspensi atau kolid seperti tanah ,bahan organik terdispersi, plankton, dan bahan anorganik lainnya. Air dengan tingkat kekeruhan tinggi sering terkait dengan tingginya kandungan mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, parasit, dan beberapa jenis bakteri. Pengukuran kekeruhan dilakukan dengan mengukur transmisi cahaya menggunakan sumber cahaya standar. Uji parameter ini sangat berguna dalam penentuan mutu air. Satuan kekeruhan biasanya dinyatakan dalam TU (Turbidity Unit) atau NTU (Nephlometric Turbidity Unit). Kekeruhan air lebih dari 5 TU dapat dengan mudah terlihat dan biasanya menyebabkan air tidak disukai karena alasan estetika. Meskipun partikel tanah atau partikel anorganik lainnya tidak secara langsung menganggu kesehatan,tetapi air yang mengandung bahan-bahan tersebut perlu diolah agar memenuhi syarat fisik atau estetika untuk digunakan atau dikonsumsi.

 

Warna

Warna dalam air disebabkan  oleh bahan organik terlarut. Bahan terlarut tersebut sering berasal dari hasil proses pembusukan vegetasi. Contoh bahan terlarut hasil pembusukan vegetasi yang dapat menyebabkan air warna adalah tanin dan fenol. Ada kalanya warna air disebabkan oleh pertumbuhan alga atau tanaman akuatik berukuran kecil lainnya atau bahan perwarna dari limbah industri. Warna air misalnya yang disebabkan oleh hasil pembusukan vegetasi itu sendiri sebenarnya tidak merugikan ditinjau dari sudut pandang kesehatan, tetapi wana di dalam air menyebabkan penolakan secara estetika dan mengindikasikan bahwa air tersebut mengandung bahan-bahan terlarut dan memerlukan pengolahan dengan cara yang sesuai.

 

Bau dan Rasa

Bau (odor) dan rasa (taste) dalam air dapat disebabkan oleh bahan-bahan asing yang masuk kedalam air seperti senyawa organik, garam-garam anorganik atau gas terlarut. Bahan-bahan tersebut dapat berasal dari berbagai sumber seperti kegiatan pertanian,domestik, industri atau sumber alami. Bau air sering berhubungan dengan proses pembusukan bahan organik dalam kondisi anaerobik yang menghasilkan gas H2S,amonia (NH3),amina,diamina,merkaptan,sulfida organik, dan skatol

Sumber bahan organik umumnya adalah tanaman yang terbuang kedalam aliran,hewan mati,mikroorganisme,dan aliran limbah organik. Penyebab bau sering tidak senyawa tunggal,tetapi timbul secara bersamaan sehingga sulit untuk memisahkan dan mengidentifikasi penyebab masing-masing bau tersebut. Deteksi bau dan pengukuran tingkat bau sangat sulit dilaksanakan. Setiap individu memiliki sensitivitas terhadap bau yang beragam dan pemaparan yang terus-menerus suatu bau cenderung menurunkan sensitivitas. Air yang baik adalah air yang tidak berbau dan tidak berasa. Air yang berbau dan berasa mengindikasikan air telah terkontaminasi oleh bahan-bahan tertentu dan menyebabkan tingkat penerimaan air menurun.

 

Padatan

Semua kontaminan air selain gas-gas terlarut,berkontribusi terhadap beban padatan dalam air tersebut,baik padatan terendapkan,tersuspensi,koloid maupun terlarut. Padatan didalam air dapat diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan keadaannya,sifat-sifat kimia dan distribusi ukurannya. Bahan padatan dalam air dapat diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan kadaannya seperti padatan terendapkan (> 10-2 mm),tersuspensi (>10-3 mm),koloid (10-6 – 10-3 mm) atau terlarut (<10-6 mm)

 

Suhu

Suhu dapat mempengaruhi sejunlah parameter lain mutu air. Laju reaksi kimia dan biokima meningkat dengan meningkatnya suhu. Kelarutan gas menurun dan kelarutan mineral meningkat dengan  meningkatnya suhu. Laju pertumbuhan organisme akuatik meningkat dan laju respirasi  mereka menurun dengan meningkatnya suhu,kebanyakan organisme mempunyai kisaran suhu yang berbeda dalam reproduksi dan kompetisi.

 

Baca Juga : Berapa sih Kebutuan Air Bersih Perorang Perhari

Spesialisasi IPAL & Konsultasi IPAL

 

2.Kontaminan Kimiawi

Pengukuran kadar bahan kimia dalam air untuk menentukan mutu air mencakup analisis keberadaan ion-ion spesifik (seperti kalsium-magnesium,dan timbal) atau pengukuran bahan kimia secara agregat (seperti alkalinitas,kesdahan,dan bahan organik). Berikut diuraikan berbagai jenis kontaminan air penting yang tergolong pada kategori kontaminan kimiawi.

 

Ion dalam Air

Air secara alami mengandung ion-ion terlarut. Jenis ion yang banyak ditemui dalam air tanah adalah bikarbonat, sulfat, klorida, kalsium, magnesium dan natrium. Ion-ion tersebut kebanyakan berasal dari kontak air dengan berbagai deposit mineral di dalam tanah tetapi beberapa jenis ion seperti amonium,karbonat, dan sulfida serinng dihasilkan dari aktivitas bakteri dan mikroalga.

 

Gas Terlarut

Berbagai jenis gas seperti oksigen (O2), nitrogen (N2), karbondioksida (CO2), asam sulfida (H2S),nitrogen oksida (NO2) ,ammonia (NH2),asam sianida (HCN) dan sulfur dioksida (SO2) dapat terlarut dalam air. Beberapa jenis gas tersebut berrasal dari proses perombakan bahan organik secara biologis atau proses transformasi kimia-fisik di lingkungan.

 

Logam Berat

Berbagai jenis logam berat terlarut bersifat toksik,seperti arsen (As), Barium (Ba),Kadmium (Cd),krom (Cr), timbal (Pb), merkuri (Hg),selenium (Se) dan perak (Ag). Logam-lohgam tersebut bersifat persisten,tidak dapat didegradasi secara biologis serta bersifat bioakumulasi. Karakteristik ini menyebabkan tingkat toksisitas didalam mahkluk hidup (termasuk manusia)  meningkat bertambahnya waktu.

 

Bahan Organik Sintetis

Berbagai jenis bahan organik sintetis toksis sering ditemui di dalam air,misalnya pestisida dan herbisida. Bahan-bahan sejenis ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena pestisida dapat larut didalam lemak dan dapat terakumulasi langsunng pada jaringan manusia atau melalui jaringan makanan hewan. Konsentrasi pestisida dalam air minum dibatasi pada konsentrasi sangat rendah.

 

Konduktivitas

Parameter lain yang digunakan untuk mengkarakterisasi sifat kimia  air adalah konduktivitas. Konduktivitas sebuah larutan adalah sebuah ukuran kemampuan larutan tersebut untuk mengalirkan arus listrik. Konduktivitas meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ion dalam cairan tersebut karena arus listrik dialirkan oleh ion-ion dalam cairan. Konduktansi listrik dinyatakan dalam satuan mikrosiemens per sentimeter (satuan SI) atau mikromhos persentimeter (satuan lama). Kedua satuan tersebut memiliki nilai numerik yang sama.

 

Kesadahan

Kation multivalensi terutama magnesium dan kalsium sering terdapat dalam air. Ion-ion tersebut mudah terendapkan dan dapat bereaksi dengan sabun. Kesadahan air dapat dinyatakan sebagai jumlah konsentrasi kalsium dan magnesium dalam satuan ekuivalen per meter kubik (miliekuivalen perliter) :

Kesadahan,eq/m3 = (Ca+2) + (Mg+2)

Kesadahan juga sering dinyatakan sebagai ekuivalen gram CaCo3   Permeter kubik.

 

Baca Juga : Sumber Air Baku

Jasa Pengolahan Air Bersih Water Treatment Plant Terpercaya dan Spesialisasi STP

 

3.Kontaminan Mikrobiologis

Bakteri,virus dan hewan kecil lainnya pada dasarnya selalu ada di dalam air permukaan. Orgasme tersebut kadang-kadang juga terdapat di dalam air tanah. meskipun kebanyakan mikroorganisme di dalam lingkungan air sebenarnya tidak berbahaya,tetapi sebagian kecil mikroorganisme yang ada dilingkungan tergolong mikroorganisme patogen dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Jika jenis organisme ini terdapat di dalam sistem distribusi air bersih komunal,bahaya epidermi dapat terjadi. Oleh karena itu ,sistem penyediaan air minum tidak boleh mengandung patogen.

sumber : IPBPress (Teknologi Proses Pengolahan Air)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Form Kontak Kami

Kami Akan Segera Merespon Pesan Anda,Terimakasih

    Nama Anda (wajib diisi)

    Email Anda (wajib diisi)

    Judul Pesan(wajib diisi)

    Isi Pesan (wajib diisi)

    X
    Hubungi Kami Via Form Kontak